Untuk yang belum tahu apa itu petrichor sepertinya saya harus mengawali kenapa tema blog ini selalu ada tulisan 'Petrichor'-nya. Bagi penikmat hujan, pasti tahu petrichor itu apa. Petrichor adalah salah satu bau alami yang tercium saat hujan turun membasahi tanah yang kering. Istilah petrichor berasal dari kata Yunani oleh dua ilmuwan Australia, yaitu Bear dan Thomas, pada tahun 1964 dalam jurnal ilmiahnya.
Setelah menjelaskan arti petrichor, saya ingin memperkenalkan diri. Nama saya Farhanah Haris, biasanya dipanggil dengan sebutan Hana. Saya merupakan pencinta hujan karena adanya hujan membuat saya bisa menikmati petrichor. Karena itulah kenapa blog ini bertemakan petrichor. Buat para pencinta hujan dan penikmat petrichor, "Hai, salam kenal":).
Kenapa saya sangat menikmati petrichor? Hal ini berawal dari kampung halaman kedua orangtua saya, yaitu kota Palopo. Kota Palopo merupakan salah satu kota yang berada di wilayah Sulawesi Selatan. Kota ini sangat sering mendapat hujan, namun tak seperti kota Bogor juga sih yang identik dengan kota hujan. Paling tidak dalam seminggu Palopo bisa mendapat hujan dua hingga tiga kali. Berawal karena beberapa hari mengunjungi kota itu, saya lebih sering di dalam rumah nenek dan menikmati hujan turun membasahi taman-taman kecil milik nenek saya. Wangi tanah yang terbasahi hujan ini lah juga membuat rindu saya melebur akan kampung halaman orangtua saya ini.
Ketika musim kemarau yang cukup panjang tiba, kerinduan bertemu dengan keluarga di kampung halaman slalu memunculkan kerinduan pada petrichor. Dan ketika hujan turun, rindu itu terpecah seolah-olah membawa ke dimensi lain dan berkumpul dengan mereka yang dirindukan.
Yah, setiap orang memiliki momen-momen tertentu yang sangat disukai. Entah itu kehadiran senja, subuh, pelangi, ataupun petrichor. Dan saya selalu merindukan petrichor karena alasan itu. Kalau kamu?