Rabu, 02 Oktober 2013

Eoseo oseyo in South Korea !!!

"Welcome to Korea"
Finally, Incheon, bandara terbaik se-Asia (katanya..). Kali ini kami mendapat tiket gratis dan kebutuhan gratis selama dua hari di Korea Selatan, yah, tepatnya Seoul. ihiiiyyy...
Kali ini masih bersama dengan teman-teman SUIJI, kami mendapat liburan gratis ke Seoul selama dua hari. Alhamdulillah. Setelah ber-setres-setres ria karena laporan SUIJI yang menumpuk kemarin, akhirnya bisa menikmati yang namanya liburan di luar negeri walaupun hanya dua hari. 
Tak bisa berkata-kata lagi. Ini sangat menyenangkan walaupun dapatnya pas summer. Tapi ini benar-benar luar biasa. Cuma bisa bilang terima kasih kepada guide setia kami, Mr. Jung Ji Yon ... Tawaran untuk menikah dengan warga asli Korea sepertinya saya tolak, Mr Jung.. Saya lebih menyukai produk lokal.. :D

Selamat datang di Incheon, South Korea

Istana Kerajaan Chaengdokgung

Senin, 09 September 2013

Hello Negeri Matahari Terbit !!!

Rasanya ingin menangis terharu lebay alay guling-guling setelah tahu kalau nama saya menjadi salah satu peserta yang akan mengikuti program exchange ke Matsuyama Jepang. Tapi karena mengingat umur akhirnya nangis lebay alay nya diganti sama sujud syukur #tsaaah..
Alhamdulillah, sepuluh mahasiswa Unhas lolos untuk mengikuti program exchange ini. Kami adalah Muh. Taufik Gaffar (Opik), Musawwir (Awi), Muhammad Rifqi (Iqqy), Fuad Fathurrahman (Fuad), Ahmad Firdaus (Daus), Dwi Indah Puspita (Indah), Erlista Rakaeva (Erlis), Nurhardina (Dina), Dwi Ratna Sari (Dwi), dan saya sendiri Andi Farhanah (Tamara Blezinsky, eeeh maunyaaa :p , yaah, saya dipanggil Hana). 
Latar belakang jurusan kami berbeda-beda. Tetapi kami tetap harus kompak. 90% dari kami adalah mahasiswa Agrokompleks, seorang lagi merupakan mahasiswa hubungan internasional. 
Ternyata tak hanya mahasiswa Unhas saja yang bergabung dalam program ini, ada juga mahasiswa UGM dan mahasiswa IPB. "Waaah~" dengan mata berbinar-binar, artinya akan banyak kenalan baru yang kece badai #modus. Mahasiswa Indonesia yang berangkat ke negeri matahari terbit kali ini berkisar 30 orang dan biaya ke sana dan biaya hidup pun gratis Alhamdulillah. 
Program exchange ini dilaksanakan selama tiga minggu (lumayan kaan, gratis lagii.. Alhamdulillah).Oh iya, sampai lupa, program exchange ini bernama SUIJI (Six-University Initiative Japan Indonesia) dan berlokasi di Matsuyama, dan saya mendapat wilayah Ehime University untuk melakukan kegiatan. Kegiatan program ini kurang lebih sama dengan kegiatan KKN yang dilakukan di Indonesia, maka dari itulah Unhas bisa menjadikan program exchange ini sebagai kegiatan KKN kami. 
Dalam program ini kami membantu mahasiswa Jepang untuk memecahkan masalah berkurangnya populasi warga Jepang saat ini. Banyak hal yang kami lakukan mulai dari survei, berkunjung ke sekolah, diskusi dengan masyarakat, hingga membantu mereka untuk menggerakkan anak muda Jepang untuk bekerja di kampung halamannya.
Hingga akhirnya kami menyimpulkan untuk tetap stay connected dan menyumbangkan ide-ide untuk perkembangan populasi dan kegiatan anak muda mereka. Dan nantinya, tentu saja, mereka akan berkunjung ke Indonesia untuk membantu mahasiswa Indonesia untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
Bersama Keio chan

Bersama tim Tonoe, Ehime prefecture.

Berkebun bersama Iqqy dan Zume chan

Senin, 15 April 2013

Go Go Green~

Salam hangat petrichor..
Kali ini saya berjalan-jalan ke SDN 1 Pabaeng-baeng Makassar bersama rekan-rekan saya yang bisa dibilang teman dekat banget atau sahabat atau apalah. Mereka adalah sahabat saya sih sebenarnya. Biasanya perkumpulan kita dikenal dengan nama Geng Mereka Tawwa. Sebenarnya kegiatan ini bukan ajang jalan-jalan sih, hanya saja salah tiga orang dari kami punya plan ini dan saya bersama yang lainnya bersikeras untuk ikut membantu #hueeek . Plannya itu menyebar kebaikan ke seluruh umat manusia #halaaah ...
SDN 1 Pabaeng-baeng ini menjadi target pertama kami untuk memberikan pendidikan luar sekolah mengenai lingkungan. Kami lebih memilih tema Go Green. Kenapa kami ikut melakukan ini? Karena kami sadar bahwa pendidikan ekstra seperti ini sangat jarang dilakukan untuk anak-anak kecil khususnya kepada anak-anak SD. Karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran tentang lingkungan, kebanyakan yang kita dapati di tempat umum adalah anak-anak membuang sampah sembarangan, merusak tanaman, bahkan anak-anak tersebut berada disebelah orangtuanya, dan lebih parahnya lagi orangtuanya sendiri lah yang sudah terbiasa melakukan hal-hal tersebut di depan anak-anak mereka. Contohnya saja, saya pernah melihat kejadian yang melakukan di dalam pete-pete (angkot). Seorang ibu membuang keluar botol minuman bekasnya di jalan raya dan ibu itu membawa anaknya yang kira-kira berumur 5 tahun. Yah, otomatislah, ibu itu telah mengajarkan dosa ke anak, tidak hanya ke anaknya, bahkan juga ke orang-orang yang berada dalam pete-pete itu dan ikut-ikutan. Saya juga merasa berdosa sih dengan hanya melihat. Waktu itu saya masih takut untuk menegur. Karena itu, mungkin melalui kegiatan sosial ini, saya harap saya bisa memberikan kesadaran tentang lingkungan kepada anak-anak agar mereka terbiasa untuk sayang kepada tanah yang mereka pijak, bumi kita.
Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengubah ke arah yang lebih baik. Memang apa yang kita lakukan tidak seberapa. Namun, kalau kita semua menyadari dan ingin berbagi, berapa banyak orang yang kita hindarkan dari berbuat dosa, berapa banyak makhluk hidup kita tolong untuk hidup bertahan lama, berapa banyak manusia yang bisa menghirup udara sehat dari hasil kerja kita? Bahkan kita telah berbuat untuk amal jariah. Semoga kamu setuju dan ikut menyebarkan kebaikan.

"Biarkan anak cucu kita menikmati indahnya bumi ini sama 
bahkan lebih baik dari yang kita telah nikmati".

Setelah melakukan penanaman buah naga

Diskusi masalah lingkungan

Foto bersama tim Go Green