Senin, 09 September 2013

Hello Negeri Matahari Terbit !!!

Rasanya ingin menangis terharu lebay alay guling-guling setelah tahu kalau nama saya menjadi salah satu peserta yang akan mengikuti program exchange ke Matsuyama Jepang. Tapi karena mengingat umur akhirnya nangis lebay alay nya diganti sama sujud syukur #tsaaah..
Alhamdulillah, sepuluh mahasiswa Unhas lolos untuk mengikuti program exchange ini. Kami adalah Muh. Taufik Gaffar (Opik), Musawwir (Awi), Muhammad Rifqi (Iqqy), Fuad Fathurrahman (Fuad), Ahmad Firdaus (Daus), Dwi Indah Puspita (Indah), Erlista Rakaeva (Erlis), Nurhardina (Dina), Dwi Ratna Sari (Dwi), dan saya sendiri Andi Farhanah (Tamara Blezinsky, eeeh maunyaaa :p , yaah, saya dipanggil Hana). 
Latar belakang jurusan kami berbeda-beda. Tetapi kami tetap harus kompak. 90% dari kami adalah mahasiswa Agrokompleks, seorang lagi merupakan mahasiswa hubungan internasional. 
Ternyata tak hanya mahasiswa Unhas saja yang bergabung dalam program ini, ada juga mahasiswa UGM dan mahasiswa IPB. "Waaah~" dengan mata berbinar-binar, artinya akan banyak kenalan baru yang kece badai #modus. Mahasiswa Indonesia yang berangkat ke negeri matahari terbit kali ini berkisar 30 orang dan biaya ke sana dan biaya hidup pun gratis Alhamdulillah. 
Program exchange ini dilaksanakan selama tiga minggu (lumayan kaan, gratis lagii.. Alhamdulillah).Oh iya, sampai lupa, program exchange ini bernama SUIJI (Six-University Initiative Japan Indonesia) dan berlokasi di Matsuyama, dan saya mendapat wilayah Ehime University untuk melakukan kegiatan. Kegiatan program ini kurang lebih sama dengan kegiatan KKN yang dilakukan di Indonesia, maka dari itulah Unhas bisa menjadikan program exchange ini sebagai kegiatan KKN kami. 
Dalam program ini kami membantu mahasiswa Jepang untuk memecahkan masalah berkurangnya populasi warga Jepang saat ini. Banyak hal yang kami lakukan mulai dari survei, berkunjung ke sekolah, diskusi dengan masyarakat, hingga membantu mereka untuk menggerakkan anak muda Jepang untuk bekerja di kampung halamannya.
Hingga akhirnya kami menyimpulkan untuk tetap stay connected dan menyumbangkan ide-ide untuk perkembangan populasi dan kegiatan anak muda mereka. Dan nantinya, tentu saja, mereka akan berkunjung ke Indonesia untuk membantu mahasiswa Indonesia untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
Bersama Keio chan

Bersama tim Tonoe, Ehime prefecture.

Berkebun bersama Iqqy dan Zume chan