Rabu, 01 Oktober 2014

Apa itu Bioteknologi?

Bagi beberapa pembaca, Bioteknologi merupakan bidang ilmu yang tidak begitu asing karena sejak masa sekolah dasar pun sudah mulai diperkenalkan, contohnya saja pembuatan roti, tape dan sebagainya. Namun dalam blog ini, saya lebih menggambarkan bioteknologi sebagai pemanfaatan prinsip–prinsip dan perekayasaan terhadap organisme, sistem, ataupun proses biologis untuk menghasilkan atau meningkatkan potensi organisme maupun menghasilkan produk dan jasa bagi kepentingan hidup manusia.
Oleh karena itu, dalam blog ini akan membahas bioteknologi lebih kepada hal perekayasaan suatu organisme. Dalam hal ini kita akan lebih banyak membahas mengenai rekayasa genetik dan rekayasa bioproses. "Apa? Rekayasa Genetik? Apakah itu dibolehkan?" Pertanyaan tersebut selalu jadi bahan yang menarik dan layak untuk diperbincangkan #tsaaah.
Untuk beberapa organisme, rekayasa genetik ini diperbolehkan. Contohnya saja merekayasa gen tanaman, jenis alga, ikan hias, dan bakteri. Apakah itu melanggar kodrat Tuhan? Itu mengubah ciptaan Tuhan? Nah, di sini lah pro-kontra banyak dimunculkan. Para peneliti menanggapi bahwa perekayasaan genetik dan bioproses pada organisme tertentu masih dalam level yang wajar. Kenapa dikatakan wajar? Beberapa mengatakan bahwa para peneliti hanya mengubah sangat sedikit dalam tubuh organisme tersebut. Mereka memperbaiki sifat genetik organisme tersebut tidak secara besar-besaran. Dan para peneliti kebanyakan melakukannya pada tanaman. Apa yang mereka ubah dari tanaman itu? Mereka mengubah beberapa sifat genetiknya. Contohnya, padi yang rentan terhadap kondisi kekeringan mereka perbaiki dengan menyisipkan gen tahan kekeringan ke dalam tanaman padi tadi sehingga tanaman padi tersebut dapat tumbuh secara normal walaupun dalam kondisi kekurangan air. Contoh lainnya pun sudah sangat banyak, misalnya penyisipan gen untuk meningkatkan produksi, tahan hama, tahan penyakit, tahan kondisi bergaram (salin), dan lain-lainnya.
Bagaimana bila dilakukan di hewan dan di manusia? Nah, saat ini seluruh dunia masih belum memperbolehkan rekayasa genetik pada hewan dan manusia. Kenapa? karena adanya larangan Tuhan untuk mengubah pemberiannya pada diri kita, manusia. Contohnya mengubah warna bola mata, warna kulit, dan sebagainya. Bagaimana jika kita ingin mengubah gen yang menyebabkan penyakit turunan pada manusia dan hewan? Bukankah itu samasaja dengan hal yang dilakukan pada tanaman tadi? Nah, banyak statement kontra terhadap hal ini. Yang pertama, tadi, karena itu sama halnya mengubah ciptaan Tuhan. Tapi pada tanaman kenapa hal itu dilakukan? Karena beberapa mengatakan bahwa tanaman sangat berbeda dengan manusia dan hewan. Untuk mengubah genetik manusia misalnya, manusia sangat takut dijadikan percobaan untuk penelitian ini. Dan berbeda pada tanaman. Tanaman dengan mudah dimusnakan dan ditumbuhkan lagi bila percobaan mereka gagal. Banyak hal yang menentang adanya rekayasa tersebut pada manusia dan hewan. Mulai dari hal tadi, proses penyisipan gennya, hingga setelah proses penyisipan gen dilakukan, semuanya memunculkan banyak pertanyaan apakah hal tersebut aman untuk dilakukan.
Maka dari itu, saat ini untuk rekayasa genetik dan bioproses banyak dilakukan contohnya pada tanaman, bakteri, jenis alga, dan ikan hias.

Selasa, 01 April 2014

'SP' Setelah Namaku

"Dengan keputusan yang sangat berat, kami harus memberitahukan kepada Saudari Farhanah bahwa sayang sekali, Saudari dinyatakan lulus dengan predikat Cum Laude !!"
Puji syukur, Alhamdulillah. Hari itu sangat saya dambakan. Dapat menyelesaikan studi under graduate kurang dari empat tahun. Dan akhirnya tercapai dengan sangat membanggakan. Tak henti saya menuturkan rasa syukur kepada Tuhan. Mengucapkan kata terima kasih hingga berkali-kali kepada dosen pembimbing, dosen penguji, dosen pengajar, pegawai, dan teman-teman yang selalu sedia semangat untuk saya. Dan tentu saja, rasa bangga ini saya berikan kepada kedua orangtua saya. 
Entah berapa juta butiran air mata yang jatuh karena haru di depan meja sidang. Untuk pertama kalinya dosen-dosen melihat saya menjatuhkan air mata. Saya tak bisa berkata-kata lagi, saya hanya ingin mengucapkan rasa syukur dan terimakasih berkali-kali. 
Dan kini saya dapat membuktikan, saya tepat pada janji saya. Dapat menyelesaikan studi ini dalam waktu singkat dan dengan gandengan beberapa prestasi. Alhamdulillah, kini menjadi A. Farhanah, SP.

Rabu, 01 Januari 2014

Selamat Datang di Negeri Sultan !!!

"Selamat, proposal Anda lolos mengantarkan Anda mengikuti ASEAN+3 Youth Environment Forum di Brunei Darussalam!"
Kurang lebih isi emailnya seperti itu. Alhamdulillah, akhirnya bisa menginjakkan kaki di negara lain lagi tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Kali ini negara Brunei Darussalam menjadi target yang membanggakan. Bisa dibilang saya mewakili Indonesia #uhuk
Berawal dari kecintaan terhadap lingkungan hidup, saya berkenalan dengan dosen saya yang bekerja sebakai kepala puslitbang lingkungan hidup. Dan dari beliau lahsaya mendapat informasi untuk mengikuti seleksi untuk kegiatan yang saya ikuti ini. Masih ingat dengan pengalaman berbagi pengetahuan lingkungan pada tulisan saya sebelumnya? Yah, judulnya "Go Go Green". Karena kegiatan itulah proposal saya diterima oleh menteri lingkungan hidup dan akhirnya mengantarkan saya sebagai salah satu perwakilan pelajar Indonesia dalam ajang AYEF+3 ini. Alhamdulillah..
Namun sebelum berangkat ke negeri Sultan itu, saya berupaya meyakinkan orangtua dan dosen pembimbing untuk rehat sejenak dari aktifitas penelitian dan mengambil kesempatan ini yang mungkin tidak akan datang lagi untuk kedua ataupun keberapa kalinya. "Kamu yakin bisa menyelesaikan studi kamu dalam dekat ini? Yakin mau accept permintaan dari menteri itu?" tanya dosen pembimbing saya. Yaah, saya menjawab dengan tegas dong, "Insya Allah, saya bisa menyelesaikan studi saya dengan cepat dan membawa prestasi-prestasi di luar itu juga, pak. Peluang seperti ini mungkin saya tidak akan dapatkan lagi di waktu-waktu berikutnya". Akhirnya saya pun mendapat restu, dan tadaaaa,.. "Selamat malam menjelang pagi, negera Brunei Darussalam!" Kami tiba tepat jam 2 pagi dan harus bergegas untuk pembukaan forum jam 8 pagi hari. Dan hanya punya waktu tidur yang sangat minim, yaaah, yang gratis-gratis kadang butuh perjuangan. Ternyata hari-hari selanjutnya sama saja. Kami tetap harus begadang. Yah, untung saja kegiatan ini hanya berlangsung selama tiga hari. Lebih dari itu mungkin kami sudah sekarat.
Oh iya, diantara semua peserta Indonesia saya lah yang tertua. Kami adalah Faruq S (siswa SMA), Kristin Aprodita (siswa SMK), Muhammad Maulana (siswa SMP), dan saya, Andi Farhanah (Mahasiswa). Dan di antara semua negara, kami lah grup termuda.
Alhamdulillah, hasil presentasi kami sangat diappresiasi oleh pihak PBB. 
Rasanya ketika kami pulang ke Indonesia, kami membawa rasa bangga yang begitu besar. Walaupun jalan-jalan di negeri Sultan hanya sebentar saja.
Bersama mahasiswa Malaysia

Sertifikat Penghargaan

Peserta dari Cina dan Filipina

Hasil wisata islami dengan mahasiswa Brunei