Dia menunggu di depan pintu
Dia rapih namun kaku
Kalian duduk bersama
sembari melihat bunga-bunga yang ia telah tanam
Namun tak kau rasa
Ia melihatmu tajam namun penuh harapan
Kau juga tak kunjung sadar
Kau lari dan duduk di bangku sebelah
Kau masih pada masa lalu
Kau buka memori usang
yang bagimu tak pernah usang
Kau peluk lirih ingatanmu
yang bagimu itu bahagiamu
Dan kau lihat mentari yang muncul dibalik deretan bunga itu
Mentari yang kau rindukan
Bukan hanya kau yang merindu
namun bunga-bunga itu pun merindu
merindukan sosok mentari
yang memberi banyak harapan di setiap awalan hari..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar