Saat
ini berbagai brand dari mouthwash telah beredar dan bersaing di
pasaran. Namun tahukah Anda kandungan dari mouthwash
yang Anda gunakan? Amankah bagi kesehatan Anda? Perlukah Anda menggunakan mouthwash?
Mencegah
gigi berlubang dengan cara menjaga kebersihan mulut salah satunya agar
menghilangkan dan menghindari adanya plak yang menempel pada gigi. Plak gigi
merupakan sekumpulan mikroorganisme yang merusak gigi yang menempel pada
permukaan gigi. Plak pada gigi biasanya dapat dibersihkan dengan sikat gigi dan
pasta gigi. Namun terkadang pasta gigi dianggap tidak cukup untuk menghilangkan
plak pada gigi sehingga beberapa orang menambahkan mouthwash (obat kumur) setelah menyikat gigi mereka dengan pasta
gigi.
Berbagai
jenis mouthwash yang beredar di
pasaran saat ini memiliki kandungan yang hampir sama. Namun terdapat beberapa
kandungan tertentu yang ditambahkan pada suatu jenis mouthwash. Salah satu bahan yang selalu ada pada mouthwash adalah antibacterial agent. Antibacterial
agent ini berguna untuk melawan plak-plak yang menempel pada gigi. Contoh antiseptic & antibacterial agent
yang digunakan adalah alkohol, chlorhexidine gluconate, cetylpyridinium chloride, hexetidine, benzoic acid, methyl salicylate, triclosan, benzalkonium chloride, methylparaben, hydrogen peroxide, domiphen bromide, dan fluoride yang kesemuanya
merupakan kandungan yang aktif pada mouthwash.
Antibacterial agent ini pun dapat
membunuh beberapa bakteri penyebab plak pada gigi, namun pada penggunaan antibacterial agent yang berlebih,
floral normal atau bakteri baik pada mulut pun dapat ikut dimatikan oleh antibacterial agent tersebut.
Beberapa
orang memilih untuk menggunakan mouthwash
yang mengandung alkohol karena bagi mereka menggunakan mouthwash yang mengandung alkohol terasa lebih segar dan bersih.
Namun apakah penggunaan mouthwash
dengan alkohol itu baik untuk Anda?
Beberapa
penelitian mengatakan bahwa penggunaan alkohol pada mouthwash dapat memberikan dampak terhadap area mulut. Setelah
menggunakan mouthwash yang mengandung
alkohol maka area mulut akan terasa kering. Hal ini dikarenakan sifat dari
alkohol yang mudah menguap sehingga alkohol bisa menurunkan fungsi saliva
menyebabkan penurunan kepekaan rasa pada lidah dalam mempersepsikan makanan. Badan
POM juga pernah mengeluarkan artikel pada tahun 2011 mengenai bahaya mouthwash yang mengandung alkohol terhadap
anak-anak. Penggunaan mouthwash pada anak-anak tidak dianjurkan, karena jika
tertelan, kandungan bahan tambahan alkohol yang ada dapat berisiko keracunan
pada anak-anak. Oleh karena itu, mouthwash
ini tidak boleh dikonsumsi pada anak dibawah 12 tahun.
Para
ahli telah melaporkan dan kemudian dipublikasikan dalam Dental Journal of Australia bahwa mouthwash yang mengandung alkohol memberi 3 kontribusi dalam
peningkatan risiko perkembangan kanker rongga mulut. Penelitian internasional
telah memperlihatkan pada kebiasaan 3210 orang dan dijumpai bahwa penggunaan mouthwash
dengan kandungan alkohol sehari-hari merupakan faktor risiko yang signifikan
terhadap perkembangan kanker rongga mulut. Penelitian ini tanpa memperhatikan
pengguna mouthwash tersebut perokok
atau peminum alkohol.
Namun
hal ini juga tidak dapat disimpulkan begitu saja, penggunaan mouthwash dengan beberapa kandungan antiseptic dan antibacterial dibutuhkan pada orang yang memiliki masalah yang
sangat besar pada gigi mereka akibat plak. Gigi mereka tidak akan bersih tanpa
adanya bantuan mouthwash dengan
konsentrasi antiseptic dan antibacterial yang lebih.
Apakah penggunaan mouthwash
aman digunakan setiap hari bagi semua orang?
Untuk
mencegah timbulnya plak pada gigi bagi orang yang mempunyai kesehatan gigi yang
normal, penggunaan mouthwash alami
patut dijadikan sebagai bahan untuk pembersih mulut. Contohnya adalah jambu
biji, buah delima, teh hijau, daun sirih, dan masih banyak bahan alami lainnya
yang bisa digunakan sebagai mouthwash.
Bahan-bahan alami tersebut pun telah disebutkan efektif sebagai herbal mouthwash pada artikel penelitian Dr. Bhavna Jha Kukreja dan Dr. Vidya Dodwad pada jurnal internasional
Pharma and Bioscience tahun 2012.
Oleh karena itu, sebagai konsumen yang cerdas
kita harus pandai melihat apakah kita membutuhkan mouthwash untuk kebersihan mulut kita, dan jika ‘iya’, jenis mouthwash seperti apa yang baik untuk
kita gunakan.
Sumber bacaan:
Rosenberg, M; Gelernter, I; Barki, M;
Bar-Ness, R (1992). "Day-long reduction of oral malodor by a two-phase
oil: water mouthrinse as compared to chlorhexidine and placebo rinses". Journal of periodontology 63 (1): 39–43. doi:10.1902/jop.1992.63.1.39.PMID 1552460.
John Toedt, Darrell Koza, Kathleen
Van Cleef-Toedt (2005), Chemical composition of everyday products (illustrated ed.), Greenwood
Publishing Group, pp. 48–49, ISBN 9780313325793
Ribeiro, L; Hashizume, L; Maltz, M
(2007). "The effect of different formulations of chlorhexidine in reducing
levels of mutans streptococci in the oral cavity: A systematic review of the
literature". Journal of
Dentistry 35 (5): 359–70.doi:10.1016/j.jdent.2007.01.007. PMID 17391828
Badan POM RI. 2011.
Dua Sisi Iklan Obat Antara Kreativitas dan Obyektivitas.
Kukreja, Bhavna Jha dan
Dodwad, Vidya. 2012. Herbal Mouthwashes – A Gift Of Nature. International
Journal of Pharma and Bioscience.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar