Kamis, 20 Agustus 2015

Pilih Mouthwash Sesuai dengan Kebutuhan Anda


Saat ini berbagai brand dari mouthwash telah beredar dan bersaing di pasaran. Namun tahukah Anda kandungan dari mouthwash yang Anda gunakan? Amankah bagi kesehatan Anda? Perlukah Anda menggunakan mouthwash?
Mencegah gigi berlubang dengan cara menjaga kebersihan mulut salah satunya agar menghilangkan dan menghindari adanya plak yang menempel pada gigi. Plak gigi merupakan sekumpulan mikroorganisme yang merusak gigi yang menempel pada permukaan gigi. Plak pada gigi biasanya dapat dibersihkan dengan sikat gigi dan pasta gigi. Namun terkadang pasta gigi dianggap tidak cukup untuk menghilangkan plak pada gigi sehingga beberapa orang menambahkan mouthwash (obat kumur) setelah menyikat gigi mereka dengan pasta gigi.
Berbagai jenis mouthwash yang beredar di pasaran saat ini memiliki kandungan yang hampir sama. Namun terdapat beberapa kandungan tertentu yang ditambahkan pada suatu jenis mouthwash. Salah satu bahan yang selalu ada pada mouthwash adalah antibacterial agent. Antibacterial agent ini berguna untuk melawan plak-plak yang menempel pada gigi. Contoh antiseptic & antibacterial agent yang digunakan adalah alkohol, chlorhexidine gluconate, cetylpyridinium chloride, hexetidine, benzoic acid, methyl salicylate, triclosan, benzalkonium chloride, methylparaben, hydrogen peroxide, domiphen bromide, dan fluoride yang kesemuanya merupakan kandungan yang aktif pada mouthwash. Antibacterial agent ini pun dapat membunuh beberapa bakteri penyebab plak pada gigi, namun pada penggunaan antibacterial agent yang berlebih, floral normal atau bakteri baik pada mulut pun dapat ikut dimatikan oleh antibacterial agent tersebut.
Beberapa orang memilih untuk menggunakan mouthwash yang mengandung alkohol karena bagi mereka menggunakan mouthwash yang mengandung alkohol terasa lebih segar dan bersih. Namun apakah penggunaan mouthwash dengan alkohol  itu baik untuk Anda?
Beberapa penelitian mengatakan bahwa penggunaan alkohol pada mouthwash dapat memberikan dampak terhadap area mulut. Setelah menggunakan mouthwash yang mengandung alkohol maka area mulut akan terasa kering. Hal ini dikarenakan sifat dari alkohol yang mudah menguap sehingga alkohol bisa menurunkan fungsi saliva menyebabkan penurunan kepekaan rasa pada lidah dalam mempersepsikan makanan. Badan POM juga pernah mengeluarkan artikel pada tahun 2011 mengenai bahaya mouthwash yang mengandung alkohol terhadap anak-anak. Penggunaan mouthwash pada anak-anak tidak dianjurkan, karena jika tertelan, kandungan bahan tambahan alkohol yang ada dapat berisiko keracunan pada anak-anak. Oleh karena itu, mouthwash ini tidak boleh dikonsumsi pada anak dibawah 12 tahun.
Para ahli telah melaporkan dan kemudian dipublikasikan dalam Dental Journal of Australia bahwa mouthwash yang mengandung alkohol memberi 3 kontribusi dalam peningkatan risiko perkembangan kanker rongga mulut. Penelitian internasional telah memperlihatkan pada kebiasaan 3210 orang dan dijumpai bahwa penggunaan mouthwash dengan kandungan alkohol sehari-hari merupakan faktor risiko yang signifikan terhadap perkembangan kanker rongga mulut. Penelitian ini tanpa memperhatikan pengguna mouthwash tersebut perokok atau peminum alkohol.
Namun hal ini juga tidak dapat disimpulkan begitu saja, penggunaan mouthwash dengan beberapa kandungan antiseptic dan antibacterial dibutuhkan pada orang yang memiliki masalah yang sangat besar pada gigi mereka akibat plak. Gigi mereka tidak akan bersih tanpa adanya bantuan mouthwash dengan konsentrasi antiseptic dan antibacterial yang lebih.
Apakah penggunaan mouthwash aman digunakan setiap hari bagi semua orang?
Untuk mencegah timbulnya plak pada gigi bagi orang yang mempunyai kesehatan gigi yang normal, penggunaan mouthwash alami patut dijadikan sebagai bahan untuk pembersih mulut. Contohnya adalah jambu biji, buah delima, teh hijau, daun sirih, dan masih banyak bahan alami lainnya yang bisa digunakan sebagai mouthwash. Bahan-bahan alami tersebut pun telah disebutkan efektif sebagai herbal mouthwash pada artikel penelitian Dr. Bhavna Jha Kukreja dan Dr. Vidya Dodwad pada jurnal internasional Pharma and Bioscience tahun 2012.
Oleh karena itu, sebagai konsumen yang cerdas kita harus pandai melihat apakah kita membutuhkan mouthwash untuk kebersihan mulut kita, dan jika ‘iya’, jenis mouthwash seperti apa yang baik untuk kita gunakan.

Sumber bacaan:
Rosenberg, M; Gelernter, I; Barki, M; Bar-Ness, R (1992). "Day-long reduction of oral malodor by a two-phase oil: water mouthrinse as compared to chlorhexidine and placebo rinses". Journal of periodontology 63 (1): 39–43. doi:10.1902/jop.1992.63.1.39.PMID 1552460.
John Toedt, Darrell Koza, Kathleen Van Cleef-Toedt (2005), Chemical composition of everyday products (illustrated ed.), Greenwood Publishing Group, pp. 48–49, ISBN 9780313325793
Ribeiro, L; Hashizume, L; Maltz, M (2007). "The effect of different formulations of chlorhexidine in reducing levels of mutans streptococci in the oral cavity: A systematic review of the literature". Journal of Dentistry 35 (5): 359–70.doi:10.1016/j.jdent.2007.01.007. PMID 17391828
http://drbenkim.com/articles/triclosan-products.htm                                                   
Badan POM RI. 2011. Dua Sisi Iklan Obat Antara Kreativitas dan Obyektivitas.
Kukreja, Bhavna Jha dan Dodwad, Vidya. 2012. Herbal Mouthwashes – A Gift Of Nature. International Journal of Pharma and Bioscience.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar