Minggu, 23 Agustus 2015

Are you my stalker? Do I care?

“I have a stalker, a beautiful one: the sunset. Every day she’s there, watching me, whether I watch her or not.” 
― Jarod KintzThis Book Has No Title


Are you a stalker? Kalau jaman sekarang orang-orang kadang memaknai stalker sebagai 'pe-KEPO'. Setiap orang setidaknya memiliki satu stalker. Ada stalking yang positif maupun yang negatif. Negatif? Ya, salah satunya nge-stalking kegiatan orang karena rasa ketidaksukaan terhadap orang tersebut. Tidak suka? Ya ngapain jadi stalker? Nah itu dia, beberapa stalker tidak sadar dengan hal itu. Bahkan para stalker tersebut berkoar-koar menyinggung dan menjatuhkan yang ia anggap sebagai saingan atau musuh mereka. 
Beberapa pernah merasakan hal seperti itu di-stalk dan dibuatkan statement menyindir. Dan tak banyak yang tidak sadar akan kelakuan makhluk stalker tersebut. Terkadang saya menyadari beberapa orang melakukan stalk terhadap kegiatan saya bahkan mengeluarkan statement yang tidak menyenangkan. Lalu saya berbuat apa? 
Saya akui, saya juga kadang menjadi stalker namun hanya sebatas silent reader, apalagi nge-stalk statement stalker yang sering mengeluarkan statement tentang saya. Ya, tapi saya tetaplah menjadi silent reader. Melihat dan menilai, Instropeksi diri. Belajar dari sikap orang lain. Bahwa saya tidak pantas untuk menanggapi hal semacam itu. Jika saya menanggapi berarti saya telah gagal menjadi orang yang terdidik.

Oh, iya ..  Are you a stalker of my activities? :p

Tidak ada komentar:

Posting Komentar