"Terima kasih banyak atas bantuannya, pak, bu, mas, mba, .."
'Terima kasih', kata yang cukup sulit diungkapkan oleh kebanyakan orang. Entah itu karena gengsi atau karena terlalu bahagia sampai lupa untuk berterimakasih.
Semenjak saya menginjakkan kaki di kota hujan, orang-orang sekitar saya banyak mengajarkan kepada saya bagaimana cara berkomunikasi dengan orang-orang kota ini. Ya, jujur saja, saya yang berasal dari kota Daeng pun masih kaku untuk berkomunikasi untuk 6 bulan pertama. Sebulan pertama pun saya masih banyak diam karena beradaptasi dan belajar bagaimana kebiasaan orang-orang kota ini.
"Terima kasih,bapaaak.." ucapan ceria Ipi sambil memberikan karcis masuk ke salah satu satpam kampus. Ipi adalah sahabat saya di kota ini. Kebetulan, dia orang asli sini. Bagi saya, Ipi mengajarkan banyak banyak banyak hal.
Tidak hanya Ipi, beberapa teman lainnya pun bahkan dosen sendiri sudah terbiasa mengucapkan kata 'terima kasih'. Karena terbiasa dengan ucapan itu, setiap hari pasti tidak terlepas dengan terima kasih.
Ya, memang seharusnya, apa lagi berterima kasih kepada Tuhan. Nah, kalau itu memang wajib.
Sebelum saya ke kota ini pun saya sering menyampaikan rasa terima kasih saya kepada orang-orang yang telah membantu saya. Namun kota ini mengajarkan lebih dari itu. Mengajarkan bahwa setiap orang, siapa pun itu, baik ia lebih tua ataupun lebih muda, sekecil apapun yang mereka berikan, penghargaan terhadap sesamapun harus tetap selalu ada.
Dan saya sangat merasakan dampak dari berterima kasih setiap hari. Orang-orang menjadi lebih care, dan mood pun (tentu saja) ikut terbangun.
Tak ada alasan untuk tidak mengatakan 'terima kasih'. Satu ucapan yang bisa membuat hari kita lebih baik. Bahkan jauh lebih baik.
Sudahkah hari ini kita mengucapkan terima kasih kepada mereka? :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar